Home LingkunganBatu Menangis Cerita Legenda Dari Kalimantan Barat
Batu Menangis Cerita Legenda Dari Kalimantan Barat

Batu Menangis Cerita Legenda Dari Kalimantan Barat

Batu menangis merupakan sebuah cerita legenda dari Kalimantan Barat yang bisa menjadi pelajaran penting untuk anak-anak kepada orang tuanya. Cerita ini mengisahkan seorang perempuan cantik bernama Darmi yang sangatlah bangga akan kecantikannya. Dia merupakan anak dari seorang janda yang setiap harinya melakukan pekerjaan apapun agar bisa membiayai segala kebutuhan mereka berdua. Tidak satu pun dari pekerjaan yang dilakukan ibunya dibantu oleh Darmi. Dia hanya menerima uang dan setiap hari menghamburkan uang yang diberikan oleh ibunya. Bahkan untuk makan sehari-hari, ibunya selalu melakukan pekerjaan apapun agar mereka tidak kelaparan.

Suatu hari Darmi meminta uang dengan kasar kepada ibunya. Dia ingin pergi ke pesta desa sebelah jadi dia ingin membeli sebuah baju yang baru. Ibunya menolak karena uang yang mereka punyai hanya cukup untuk makan dua hari saja. Ibunya juga mengatakan bahwa Darmi baru saja membeli baju baru minggu lalu jadi Darmi bisa pakai baju tersebut. Namun, Darmi masih tetap memaksa dan membuat ibunya tidak sanggup menolak. Dia sangat menyayangi anak semata wayangnya itu, tetapi anak tersebut tidak tahu diri. Pada cerita legenda ini, Darmi semakin menjadi ulahnya. Dia meminta ibunya membelikan bedak di pasar. Namun, ibunya tidak tahu bedak yang dimaksud sehingga Darmi ikut ke pasar. Dia tidak ingin jalan berdampingan dengan ibunya, akhirnya ibunya jalan di belakangnya.

Ketika di pasar, dia bertemu teman-teman dari lain desa. Mereka bertanya siapa wanita tua yang berjalan di belakangnya. Darmi tidak mengakui ibunya, dia hanya mengatakan bahwa wanita tua itu adalah pembantunya. Ibunya hanya bisa bersedih dan berusaha berbesar hati. Namun, hal ini berlangsung berulang-ulang. Ibunya tidak tahan dan menangis. Dia meminta kepada Tuhan untuk menghukum anaknya yang durhaka. Tiba-tiba petir datang dan membuat Darmi takut. Ia bermaksud berlari ke arah ibunya tapi kakinya mengeras. Ia melihat badannya berubah menjadi batu, ia menangis dan memohon ampun kepada ibunya. Ibunya hanya melihat anaknya yang telah menjadi batu sambil menangis. Cerita legenda ini mengajarkan kita tidak boleh durhaka pada orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *