Lagi, Wisata Religi Makam Sunan Sendang Duwur

Kabupaten Lamongan terkenal dengan wisata religiusnya. Salah satu tempat yang..

Lagi, Wisata Religi Makam Sunan Sendang Duwur


Kabupaten Lamongan terkenal dengan wisata religiusnya. Salah satu tempat yang paling sering dikunjungi adalah makam Sunan Drajat, seorang wali yang berperan dalam penyebaran Islam di Jawa, yang termasuk dalam seri Wali Songo. Selain makam Sunan Drajat, tampak juga ada penjaga yang makamnya tidak jauh dari makam Sunan Drajat, Sunan Sendang Duwur. Seperti wali lainnya, Sunan Sendang Duwur ini juga memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Jawa, terutama di daerah Lamongan dan Tuban.

Jika Anda sedang berziarah, Anda juga bisa berhenti di sini. WisataIDN religi ini hanya berjarak 5 km dari Makam Sunan Drajat, yang dapat Anda jangkau hanya dalam 20 menit. Lokasinya persis di atas Bukit Amitunon, Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Perjalanan ke makam ini akan sangat mengasyikkan karena melewati lubang kapur seperti bukit Jaddih di Madura.

Nama asli Sunan Sendang Duwur adalah Raden Noer Rahman, putra Abdul Kohar Bin Malik, Sultan Abdul Yazid, yang berasal dari Baghdad, Irak. Ia lahir pada 1320 dan meninggal pada 1585. Gelar Sunan Sendang Duwur berasal dari pembebasan Sunan Drajat.

Kisahnya yang terkenal adalah kemampuannya untuk memindahkan Masjid Mantingan, Jepara, ke Desa Sendang Duwur hanya dalam satu malam. Dikatakan bahwa Sunan Sendang memiliki masjid yang akan digunakan sebagai tempat untuk menyebarkan Islam, tetapi keinginannya terbatas karena ia tidak memiliki bahan untuk membangunnya. Sunan Drajat memerintahkan Sunan Sendang ke Mantingan, Jepara, untuk menanyakan tentang masjid Mbok Rondho Mantingan sebagai Ratu Kalinyamat, putri Sultan Trenggono dari kerajaan Demak.

Ratu Kalinyamat tidak langsung mengatakan ya atas permintaan Sunan Sendang. Dia berkata, “Saya tidak ingin menjual masjid ini, tetapi suami saya menyarankan seseorang yang bisa membawa masjid ini secara instan tanpa bantuan orang lain untuk satu malam. Saya akan memberikan masjid ini secara gratis.” Akhirnya, dengan izin Allah, Sunan Sendang bisa memindahkan masjid dalam semalam, dan sejauh ini masjid itu masih ada dan sedang dipertahankan. Masjid, yang berusia lebih dari 470 tahun, terletak di sebelah Pemakaman Sendan Sunan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your comments (*)

Name (*)

Your full name please.

Email address (*)

Used for gravatar.

Website

Link back if you want.