Minimnya Alat Kesehatan di Daerah

Fasilitas kesehatan di daerah - daerah tersebut pasti belum memadai..

Minimnya Alat Kesehatan di Daerah

Fasilitas kesehatan di daerah – daerah tersebut pasti belum memadai alias masih seadanya saja. Mengakibatkan, pasien-pasien dari wilayah pelosok harus dibawa ke ibukota provinsi yang lebih maju, seperti di Denpasar, Surabaya, atau Jakarta, apabila ingin mendapat diagnosis yang lebih akurat. Jarak ratusan kilometer yang harus di tempuh, bahkan terpaksa menggunakan pesawat terbang, sering kali tak mampu menyelamatkan nyawa pasien karena memang penanganannya sudah terbilang cukup terlambat. Kita yang peduli tentunya tidak boleh membiarkan nyawa anak-anak bangsa hilang begitu saja hanya karena tak ada alat kesehatan yang memadai di tingkat kabupaten atau provinsi. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan perlu memprioritaskan pengadaan alat kesehatan modern di rumah sakit daerah di tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Semua itu dilakukan dalam upaya meminimalisasi korban meninggal dunia karena penanganan yang terlambat atau salah akibat ketiadaan alat.

Dengan harga CT Scan antara Rp 4 miliar hingga Rp 10 miliar per unit, tentu tak semua rumah sakit di daerah bisa mendapatkan peralatan tersebut dalam waktu bersamaan karena harganya yang cukup mahal. Hal itu terjadi karena Kementerian Kesehatan belum mendapat anggaran sesuai kebutuhannya. Tahun ini, Kementerian Kesehatan memperoleh anggaran Rp 26 triliun yang digunakan untuk berbagai program. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan di daerah diperlukan dana Rp 25 triliun. Setelah dibagi-bagi untuk berbagai program, penyediaan peralatan kesehatan hanya mendapat alokasikan Rp 2,3 triliun atau kurang dari 10 persen dari anggaran yang dibutuhkan. Kita bisa memaklumi jika anggaran Kementerian Kesehatan tak mampu memenuhi semua kebutuhan peralatan kesehatan standar rumah sakit. Meski demikian ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tentu saja semuanya dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun anggaran.

Alat kesehatan di sebagian besar wilayah Indonesia memang masih sangat minim. Menjadikan pasien korban kecelakaan yang menderita luka dalam atau pasien berpenyakit tertentu yang membutuhkan diagnosis akurat di daerah sering kali terbengkalai. Disparitas ketersediaan peralatan kesehatan, khususnya di rumah sakit milik pemerintah, merupakan persoalan yang harus segera dipikirkan. Salah satu alat kesehatan yang begitu penting, tetapi tak tersedia di semua rumah sakit pemerintah di daerah – daerah adalah CT Scan. CT Scan merupakan peralatan yang mampu memotret bagian dalam tubuh manusia dan juga dapat menghasilkan gambar dengan resolusi tinggi. Kualitas gambar yang dihasilkan CT Scan jauh lebih bagus dibanding rontgen sinar-x.

Hasil CT Scan diharapkan bisa membuat diagnosis dokter menjadi lebih akurat, sehingga penanganan pasien bisa dilakukan lebih tepat dan juga tepat tentunya. Bahkan dengan kemajuan teknologi saat ini, telah ada peralatan magnetic resonance imaging (MRI) yang lebih canggih dibanding CT Scan. Namun sayang, masih banyak sekali rumah sakit di daerah yang belum memiliki alat kesehatan modern tersebut. Jangankan MRI, CT Scan pun belum tersedia. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya, tak ada rumah sakit daerah yang memiliki CT-Scan. Jangankan di ibu kota kabupaten di Pulau Flores, Sumba, Timor, dan Alor, di ibukota provinsi, yakni di Kupang, peralatan untuk mendeteksi jaringan dalam tubuh manusia, sama sekali tak tersedia. Demikian juga dengan di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka-Belitung, peralatan modern tersebut belum tersedia. Kita yakin hal yang sama juga terjadi di provinsi – provinsi lain yang relatif miskin dan terbelakang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your comments (*)

Name (*)

Your full name please.

Email address (*)

Used for gravatar.

Website

Link back if you want.