Home Gaya HidupPilihlah Reksadana Terbaik Sesuai Dengan Kebutuhan
Pilihlah Reksadana Terbaik Sesuai Dengan Kebutuhan

Pilihlah Reksadana Terbaik Sesuai Dengan Kebutuhan

Reksadana terbaik pada saat ini adalah BNP Paribas yang dapat dipilih sebagai invesasi masa depan. Reksadana adalah kumpulan dana yang dikelola untuk membeli saham, obligasi, atau instrumen keuangan lainnya. Kemudahan reksadana terletak pada besaran investasi yang tidak perlu sebesar saham, yang memerlukan modal puluhan juta. Sistemnya sederhana, dengan hanya perlu menaruh sejumlah modal yang dipercayakan kepada profesional untuk membeli saham. Kemudahan ini membuat invesor tidak perlu pusing dan memikirkan saham atau obligasi apa yang harus di beli. Cukup hanya perlu menentukan reksadana apa yang ingin di beli. Selanjutnya, manajer investasi seperti BNP Paribas yang akan mengelola modal tersebut.

Sebelum menginvestasikan uang pada reksadana, sebaiknya mengetahui lebih dulu jenis-jenis reksadana yang ada. Ada beragam jenis reksadana terbaik mulai dari reksadana pasar uang, pendapatan tetap, terproteksi, campuran, saham, index, dollar, syariah, dan penyertaan terbatas. Adapun, yang paling populer saat ini adalah :

  1. Reksadana pasar uang. Reksadana ini seluruhnya ditempatkan pada deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan obligasi.
  2. Reksadana pendapatan tetap. Reksadana pendapatan tetap dananya dialokasikan ke obligasi minimal 80%. Returnnya lebih tinggi dari pada reksadana pasar uang.
  3. Reksadana terproteksi. Reksadana terproteksi menempatkan sebagian dananya dalam instrumen obligasi yang  dapat memberikan perlindungan atas nilai investasi pada saat jatuh tempo.
  4. Reksadana campuran. Sesuai namanya, reksadana campuran mengalokasikan dananya di berbagai instrumen keuangan, seperti deposito, obligasi, dan saham.
  5. Reksadana saham. Reksadana saham menempatkan dananya minimal 80% ke saham.

Banyaknya pilihan saat beli reksadana terbaik akan sangat membantu dalam menentukan sebuah investasi yang akan diambil. Dalam memilih sebuah investasi faktor kehati-hatian harus tetap ada untuk menghindari segala resiko yang dapat merugikan perusahaan ataupun diri sendiri. Karena tidak sedikit banyak orang yang menawarkan sebuah investasi tetapi pada awalnya lancar lama kelamaan menjadi tidak baik dan ada pula yang sejak dari awal memang sudah tidak baik tetapi nasabah atau investor tidak mengetahui hal tesebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *